GOOD BYE 24 (MHS)
7 November 2013
hari itu, di mana langit seakan kelabu..
tubuhku kaku, hatiku pilu, lidahku kelu
aku sudah tak sanggup menahan irisan dan sayatan yang kau toreh di hatiku
luka tubuhku, luka di hatiku sudah tak lagi dapat disentuh olehmu
sudah cukup sayang,
sudah cukup atas permainan yang kau mainkan selama ini..
hatiku terlalu lemah untuk menerima lantunan lidahmu
celotehanmu, terlalu menusuk diriku..
aku tahu dalam hidup tak ada kata sia-sia
entah mengapa aku merasa pengorbananku tak berharga..
dengan lidah bergetar dan tubuh yang gemetar aku memaksa bicara
kukatakan pada orangtua akan semuanya,
semua drama yang terjadi antara kita..
"kenapa? kamu begitu tega?"
kalimat itulah yang terus terlantun dari lidah runcingmu
saat itu tubuhmu yang selama ini terlalu kejam menyentuhku lembut..
genggaman erat tanganmu di sela-sela jariku,
kau sapu helai rambut di pipiku dengan tangan kerasmu..
air mata membanjiri pipimu yang beberapa kali tersakiti
kau cium jemari tanganku yang basah karna air matamu..
dengan iringan tangisanmu, kaukatakan menyesal!
semua itu terlambat sayang!
kelak kau akan menyadari bahwa yang kulakukan bukanlah sebuah siksaan yang tega..
bukanlah semata-mata membuatmu hancur..
janji- janji terlantunkan dari lidahmu,
dengan tangisan, kita berpandangan..
masih ada sakit kurasakan saat melihat wajahmu yang penuh dengan penyesalan..
saat ini, aku belum bisa untuk mengembalikan semuanya..
begitu sulit..
entah sampai kapan, aku hanya meminta sebuah pengertian..
semuanya hanya ada di tangan Tuhan.
hari itu, di mana langit seakan kelabu..
tubuhku kaku, hatiku pilu, lidahku kelu
aku sudah tak sanggup menahan irisan dan sayatan yang kau toreh di hatiku
luka tubuhku, luka di hatiku sudah tak lagi dapat disentuh olehmu
sudah cukup sayang,
sudah cukup atas permainan yang kau mainkan selama ini..
hatiku terlalu lemah untuk menerima lantunan lidahmu
celotehanmu, terlalu menusuk diriku..
aku tahu dalam hidup tak ada kata sia-sia
entah mengapa aku merasa pengorbananku tak berharga..
dengan lidah bergetar dan tubuh yang gemetar aku memaksa bicara
kukatakan pada orangtua akan semuanya,
semua drama yang terjadi antara kita..
"kenapa? kamu begitu tega?"
kalimat itulah yang terus terlantun dari lidah runcingmu
saat itu tubuhmu yang selama ini terlalu kejam menyentuhku lembut..
genggaman erat tanganmu di sela-sela jariku,
kau sapu helai rambut di pipiku dengan tangan kerasmu..
air mata membanjiri pipimu yang beberapa kali tersakiti
kau cium jemari tanganku yang basah karna air matamu..
dengan iringan tangisanmu, kaukatakan menyesal!
semua itu terlambat sayang!
kelak kau akan menyadari bahwa yang kulakukan bukanlah sebuah siksaan yang tega..
bukanlah semata-mata membuatmu hancur..
janji- janji terlantunkan dari lidahmu,
dengan tangisan, kita berpandangan..
masih ada sakit kurasakan saat melihat wajahmu yang penuh dengan penyesalan..
saat ini, aku belum bisa untuk mengembalikan semuanya..
begitu sulit..
entah sampai kapan, aku hanya meminta sebuah pengertian..
semuanya hanya ada di tangan Tuhan.

Komentar
Posting Komentar